Ada banyak orang yang pandai sekali menyuruh. Bahkan bukan sekadar menyuruh, mereka juga ingin mengatur cara orang lain melakukannya. Seolah dunia akan berjalan baik hanya jika semua orang bergerak sesuai petunjuk mereka. Tapi anehnya, mereka sendiri tak pernah benar-benar melangkah. Tak pernah benar-benar melakukan.
Kadang, mereka duduk di kursi yang tak pernah panas oleh kerja. Mereka menunjuk ke arah jalan yang bahkan tak pernah mereka tapaki. Dan saat orang lain memilih langkah berbeda, bukan rasa hormat yang muncul, melainkan kecewa, benci, atau bahkan fitnah.
Padahal menyuruh itu mudah. Cukup satu kalimat. Tapi melakukannya, apalagi mempertanggungjawabkannya—itu cerita yang lain. Saat seseorang gagal melakukan persis seperti yang diharapkan, tiba-tiba dianggap pembangkang. Padahal bisa jadi, yang disuruh hanya mencoba cara lain, atau lebih tahu kondisi sebenarnya.
Kita hidup di zaman yang memungkinkan siapa pun untuk merasa seperti komando. Media sosial menjadikan banyak orang terdengar lebih lantang daripada yang semestinya. Menyuruh lewat status, mengkritik lewat komentar, dan mencaci karena tak sesuai harapan. Padahal siapa yang tahu, mungkin mereka sendiri tak berani turun ke lapangan.
Bisa jadi ini tentang orang tua, bisa juga teman, pasangan, bahkan orang asing di dunia maya. Seseorang yang ingin semua terjadi seperti yang dia mau. Tapi tidak cukup punya daya, atau keberanian, atau tanggung jawab untuk melakukannya sendiri.
Dan anehnya, semakin seseorang tidak mampu melakukannya sendiri, semakin keras dia menyuruh. Seolah kemarahan itu bisa menutupinya. Seolah menyuruh dengan galak bisa menutupi rasa takutnya sendiri. Seolah orang lain bisa jadi alat agar dirinya tampak hebat—tanpa harus benar-benar bergerak.
Namun hidup tak bisa digerakkan dengan telunjuk. Jalan panjang tak bisa diselesaikan dengan perintah. Orang yang benar-benar hebat bukan yang paling banyak menyuruh, tapi yang paling dulu melangkah. Yang tak malu untuk mencoba. Yang tak takut untuk jatuh.
Maka kalau suatu hari kita menemukan seseorang menyuruh tanpa pernah melakukan, marilah kita tidak segera marah. Tapi juga tidak perlu terlalu tunduk. Kadang, sikap terbaik adalah diam. Dan terus berjalan dengan cara kita sendiri.
Sebab yang menyuruh tak selalu lebih tahu. Dan yang diam belum tentu tak paham.